WWF-Indonesia


Marine Buddies Ajak Masyarakat Aksi untuk Laut di World Ocean Day

08 Juni 2024

Oleh Novita Dyah Forentina


Aksiku untuk Laut di #WorldOceanDay

Laut Indonesia yang luasnyamencapai 3,25 juta kilometer persegiberperansebagaipenyokongpencegahankrisisiklim, sertadapatmemberikanmanfaatekologi, sosial,    dan    ekonomi    bagi    masyarakat.    Agar    dapat    melestarikan    dan    mengelolakeanekaragamanhayatilaut yang ada, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautandan  Perikanan  (KKP)  menerapkan  inisiatif  program  untuk  menetapkan  dan  memperluaskawasankonservasi di perairanatau Marine Protected Area (MPA). 

 

Dilansirdari data tahun 2024, kawasankonservasi yang telahditetapkan oleh KKP, luasnyamencapai  29,3  juta  hektarYayasan WWF Indonesia  turut  mendukung  proses  penetapankawasansebesar 18,3% dariluaskawasankonservasi yang telahditetapkan. Kampanye dan edukasi   mengenai   kawasan  konservasi  dan  aksi  perlindungan  spesies  dilindungi  perluditingkatkan.  Lantaran,   masih   maraknya   praktik   perikanan   dan   pariwisata   yang   tidakbertanggung  jawabserta  masih  adanya  konsumsi  dan  perdagangan  ilegal  spesies  lautdilindungi dan produkturunannya. 

 

Dalam rangka HariLaut Sedunia (World Ocean Day) pada 8 Juni 2024, Yayasan WWFIndonesia bersama Marine Buddies darikota Denpasar, Jakarta, Tangerang, Surabaya,Makassar, danPalopomenyelenggarakanrangkaianaksiuntuklaut. Kegiatan di 6 kotainidihadiri  oleh  lebih  dari  400  peserta  dengan  berbagai  aktivitas  seperti  edukasikonservasi,treasure hunt, pameran, dan nontonbareng film pendek. Ada pula aksipenanaman mangrove dengan total 1600 bibit, sertaaksibersihpantai yang berhasilmengumpulkanlebihdari100 kgsampah. 

 

Acara puncak yang dilaksanakan di Amphitheater Living World Denpasar, Bali yang didukungoleh Living World Denpasar, Bakti BCA, dan Faber Castell dihadirilebihdari 2.500 pengunjung.Semuamenikmatiberbagaikegiatan-kegiatanedukatif yang menariklainnyasepertitalkshow,lombamenggambar dan mewarnai, booth edukasi, face painting, mural, pameran, penampilanWayangSamudera dan Dialog Dini Hari. 

 

Rizka  Dzulfikar, dari Balai PengelolaanSumberdayaPesisir dan Laut Denpasar, salah satunarasumberdalamtalshowmenyampaikan, “Target kawasankonservasiperairan yang ingindicapai  oleh  Pemerintah  Indonesia pada 2045 yaitusebanyak 30% ataudisebut 30 by 45.Komitmen  ini juga tertera pada salah satudari 5 program ekonomibiru yang diusung olehPemerintah Indonesia.”  

 

Dalam  kesempatan  yang  sama, Muhammad Erdi Lazuardi, National Coordinator for MarineScience andKnowledge YayasanWWF Indonesia juga menerangkan, “Hinggasaat  ini,WWF-Indonesia telahmendukungdalampengembangan 29 kawasankonservasiperairan diIndonesia,  yang  tentu  sajamemiliki  keunikannya  masing-masingWWF-Indonesia  jugamendorong  konsep  inclusive  management  dalam  pengelolaan  kawasan  konservasiyaitudengan  melibatkanpengelolakawasan dan masyarakatsetempatdengancarapeningkatankapasitas  sustainable  livelihood  dalam  perikanan  dan  pariwisata  bahariserta  pemantauanberkala   terkait   dengan   ekologi   dan   pemanfaatan   sumber   daya   di   kawasan   kawasankonservasi.” 

 

Melaluirangkaiankegiatan World Ocean Day ini, WWF-Indonesia berharaptidakhanyasekadarmemeriahkan dan merayakan, namun juga dapatmengedukasisertameningkatkankesadarandan  pemahaman  masyarakat  tentang  pentingnya  konservasi  perairanserta  mendorongpartisipasi  aktif  dalam  upaya  pelestarian  lingkungan  lautSehingga  perilaku  pemanfaatansumberdayalaut yang tidakbertanggungjawab pun dapatdikurangi. 

 

Di sela rangkaiankegiatan World Ocean Day yang berlangsung di Denpasar, Ari, salah satuorang tuapesertalombamewarnaimengatakan, “Rangkaianacaranyamenarikbanget, anaksayabarupertama kali mengikutilombamewarnaisepertiini. Kebetulananaknya juga memangsuka  main  di air  yake  pantai  gitu  diasuka. Karena lombainisetidaknyadiajadibelajarhewan-hewanlaut juga lah, minimal tau warnanyadulu, bolehdikonsumsiatauenggak”. 

 

Melalui  kampanye  tersebut,  WWF-Indonesia  mengajak  seluruh  pengunjung  yang hadir danseluruhmasyarakat Indonesia untukambilbagianmenjadipelindunglaut yang aktifdenganmelakukanaksi-aksikecilnamunberdampak. Kita bisamulaimengurangipemakaianlimbahcair, memilah dan mendaurulangsampah, dan mengurangipenggunaansampahplastiksekalipakai. 

 

Selain itu, kita juga harusmenjadiwisatawan yang bertanggungjawab dan memilihprodukseafood yang  ramahlingkunganatauekolabel, mengikutikegiatanbersihpantai, menanammangrove, sertamelaporkantemuanperdaganganspesieslautdilindungi dan terancampunahyang dijual di toko offline maupun e-commerce. 









Artikel ini telah dilihat sebanyak 144 kali



Please share this page

Berita



Cerita sukses perlindungan pantai peneluran penyu dari Pulau Buru, Maluku.






Mohon Tunggu....